Archive for July, 2005

Sekali Lagi

Monday, July 18th, 2005

Sekali lagi, aku kehilangan
Beserta semua isi hatiku yang tak sempat kusampaikan
Hari ini pun hitam, kosong
Tak ada titik2 dari getaran itu yang membuat hitam itu sedikit berwarna
Hanya tertinggal galau ini yang tetap tak mampu kumengerti
Hanya bisa termenung dan akhirnya menetes kembali air mata
Kehilangan yang memang sudah aku perkirakan
Ada pedih di dalam sini, namun ku yakin masih ada harapan lagi
Sekali lagi, aku menyerah untuk tidak memiliki
Yah…walau pedih itu menusuk-nusuk
Namun bukan aku yang membawa bahagia untuknya
Sekali lagi aku hanya mampu berteriak dalam hati dan menagis dalam tidurku
Aku hanya berharap sekali lagi dia kan datang padaku
Untuk berkeluh kesah tentang pahit hidupnya
Dan akhirnya dia pun akan mengerti bahwa aku selalu memberinya kesempatan sekali lagi
Tuk mengerti isi hatiku….

we built for break the wafe

Thursday, July 14th, 2005

Ga bakal pernah kita tau apa yang bakal kita dapet besok.
Makanya kita harus hati2 banget buat ngejalanin semua jalan hidup kita.
Kadang kalau bahagia dateng kita lupa semua dan cuma inget diri kita sendiri.
Waktu kita jatuh “BUMB”, rasanya sakit banget dan sesal pun akhirnya dateng.
Kita pun nyesel banget sama apa yang sempet dan ga sempet kita lakuin kemaren.
Kadang2 tawa kita bisa jadi luka orang lain dan kita ga pernah sadar.
Cuma waktu yang bakal bikin kita sadar dengan menempatkan diri kita pada posisi terendah hidup kita.
Posisi dimana cuma ada keluh kesah, air mata dan kesepian.
Tapi semua itu bikin pandangan kita tentang arti hidup bakal jadi lebih luas.
Kalau kita ngeliat laut, ombak itu contoh hidup kita!
Kadang dia besar sampe bisa bikin kita celaka tapi semakin besar ombak semakin indah.
Ombak juga bisa kecil tapi pasti kalau diliat bakal biasa2 aja, datar!
Itulah hidup, kalau ombak alias masalah yang kita punya sedikit hidup kita bakal datar2 aja.
Kalau ombak yang kita punya besar and we can break it,hidup kita bakal lebih indah untuk dikenang.
Cause we built for break the wafe!

Tuesday, July 5th, 2005

mungkin ini adalah waktuku untuk benar-benar melepaskanmu.
karena ku kira kau akan lebih bahagia tanpaku di sana.
tak ada lagi letupan-letupan kebencian,yang selalu menjadi jarak antara kita.
asap ini tanda api itu telah padam dan hatiku menjadi arang.

mungkin di suatu saat nanti kau akan mengerti.
bahwa semua cinta yang pernah kuberikan itu tulus.
dan penantian ini selalu kan ada.
walaupun aku tak tau apa yang kurasa esok.

mungkin kau akan segera sadari.
hatiku sebenar-benarnya tak pernah sanggup tuk lepaskan mu.
air mata ini tertumpah jua, terselip diantara senyum pasrahku.
tuk liat dirimu berjalan semakin menjauh dariku.

mungkin suatu saat nanti kau rasakan perih di hatimu.
dan seketika itu pula kau rindukan aku,
aku rasa kau tau di mana kan kau temukan diriku
karena aku masih di tempat yang sama agar kau tak sulit mencariku!

aku hanya berharap satu padamu,
agar aku menjadi manusia pertama yang terlintas di benakmu saat kau terjatuh…

“hope we will meet again” 5 July 2005